Di level B2, masalahmu bukan lagi kosakata — melainkan register: bagaimana menyampaikan ketidaksetujuan tanpa terdengar kasar, dan bagaimana terdengar yakin tanpa terdengar sombong.

Tiga tingkat menyatakan pendapat

Penutur asli hampir tidak pernah membuka dengan "I think". Mereka memilih pembuka sesuai bobot pendapatnya:

  • Ringan: "I'd say...", "It seems to me that...", "From what I've seen..."
  • Sedang: "I'm fairly convinced that...", "My sense is that..."
  • Kuat: "I firmly believe...", "There's no doubt in my mind that..."

Latih ketiganya dengan satu topik yang sama. Misalnya soal bekerja dari rumah: "I'd say working from home suits some roles better than others" terasa jauh lebih dewasa daripada "I think working from home is good".

Menyanggah tanpa menyerang

Rumus yang dipakai penutur terlatih: akui dulu, baru belokkan.

  • "I see your point, but have you considered...?"
  • "That's fair, although in my experience..."
  • "You may be right about the cost. Where I'd push back is..."

Perhatikan polanya: satu kalimat pengakuan, satu kata sambung pembelok (but, although, that said), lalu argumenmu. Tanpa pengakuan di depan, sanggahanmu terdengar seperti serangan — dan lawan bicaramu berhenti mendengarkan.

Tugas hari ini

Pilih satu opini yang kamu pegang kuat. Rekam dirimu 60 detik: nyatakan dengan pembuka tingkat sedang, bayangkan satu sanggahan, akui, lalu belokkan. Dengarkan ulang dan tandai di mana kamu terdengar ragu — biasanya di kata sambungnya, bukan di kosakatanya.